Usaha Dodol Khas Penglatan

Apabila saya mempunyai kesempatan untuk membuka usaha, maka usaha yang akan saya mulai adalah usaha pembuatan dodol khas Penglatan. Produk Dodol Penglatan di Desa Penglatan, Kecamatan Buleleng semakin berkembang. Produk industri rumahan ini tidak hanya laris di pasar lokal, tetapi kini sudah tembus pasar oleh-oleh khas Bali hingga ke mancanegara. Tak pelak, nama Dodol Penglatan kian mendunia dan menjadi ikon home industry di Buleleng. Saya terpikirkan dengan usaha dodol ini adalah dilatar belakangi oleh diadakannya perayaan salah satu hari raya dari umat Hindu yang dikenal dengan hari raya Galungan. Hari raya Galungan ini diperingati oleh umat Hindu setiap enam bulan sekali sebagai kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (kejahatan). Umat Hindu biasanya akan mempersiapkan persembahan kepada Dewa berupa banten yang berisi berbagai macam buah dan jajanan tradisional maupun modern. 

Nah, dari sinilah kemudian saya berpikir untuk membuka usaha dodol yang biasa dijadikan salah satu jajanan untuk persembahan kepada para Dewa oleh umat Hindu pada hari raya Galungan. Usaha ini menurut saya akan sangat menguntungkan karena umat Hindu akan selalu melaksanakan hari raya ini setiap enam bulan sekali. Jadi kemungkinan usaha ini bisa tetap berjalan stabil dan bisa terus berkembang apabila bisa di atur lebih baik lagi. Saya juga tertarik untukmegembangkan usaha ini adalah karena kebetulan sayatinggal di daerah yang memang terkenal oleh kenikmatandodolnya, sehingga saya semakin yakin bahwa usaha ini akanbisa berkembang dan meluas ke berbagai daerah.

Saya akan memulai usaha ini dengan terlebih dahulu mencariinformasi-informasi mengenai apa saja alat dan bahan yang diperlukan dalam produksi dodol tersebut. Kemudianmemperhitungkan bagaimana strategi yang akan saya lakukanagar usaha ini bisa berjalan dengan baik. Target utama dariproduksi dodol ini adalah tentunya umat agama Hindu yang mempersiapkan dodol sebagai salah satu jajanan yang digunakan dalam pembuatan banten, selain itu saya juga akanmenargetkan wisatawan local maupun mancanegara untukbisa mengenal jajanan tradisional khas Bali ini. Maka usahaini tidak hanya dilakukan setiap enam bulan sekali, namunakan terus memproduksi dodol dan terus memasarkannya ketoko oleh-oleh khas Bali. 

Yang menjadikan dodol ini akan berbeda dari dodol-dodollainnya adalah pengemasannya yang digunakan adalah darikulit jagung yang telah dikeringkan, sedangkan padaumumnya dodol lainnya dibungkus menggunakan plastik. Tentunya ini juga merupakan salah satu bentuk partisipasi kitadalam hal mengurangi sampah plastic yang juga telahditerapkan di Bali sejak awal tahun 2019. Sehingga bisamenghasilkan produk dodol yang ramah lingkungan. Penggunaan kulit jagung sebagai kemasan dodol juga bisamenekan harga produksi yang diperlukan dalam pembuatandodol ini. Serta kita bisa membantu menyejahterakan petanijagung dalam hal penggunaan kulit jagung tersebut. Sedangkan untuk bahan yang diperlukan dalam pembuatandodol ini sangatlah mudah didapat yaitu beras ketan dan gula.

 

Dengan membuka usaha ini saya berharap bisa lebihmemajukan perekonomian di wilayah Kabupaten Bulelengkhususnya Desa Penglatan dengan terus mengembangkanusaha dodol khas Penglatan yang sudah mempunyai ciri khastersendiri dengan kelezatan rasa dan tampilannya yang menarik serta kemasan yang ramah lingkungan. Denganadanya usaha ini juga tentunya bisa membuka lapanganpekerjaan bagi warga desa sekitar. Produk dodol ini akan bisalebih dikenal oleh masyarakat local maupun manca negaradengan harga yang terjangkau yaitu sekitar Rp30.000 per kilogramnya. Dari pihak desa juga sangat mendukungpengembangan usaha dodol ini dengan memberikan bantuanmodal melalui Lembaga Perkreditan Desa (LPD) dan juga BUMDes yang ada di Desa Penglatan. Namun yang menjadikendala disini mungkin keterbatasan Sumber Daya Manusia(SDM) yang kerap kewalahan dalam melayani konsumen saatpesanan membludak, sehingga tak jarang perajin dodolmelibatkan keluarganya dalam hal produksi dodol ini. Sayaakan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari SDM baikdari Desa Penglatan sendiri maupun dari luar desa agar bisamenghasilkan pelayanan yang maksimal. Saya juga akan rutin menyelenggarakan pelatihan kepada pelaku usaha dodol baik dari segi pengemasan hingga pengelolahan yang lebih higienis. Pelatihan digelar bekerjasama dengan sejumlah universitas juga BPOM. Itulah beberapa hal yang akan sayalakukan jika diberi kesempatan dalam membuka suatu usahakhususnya di bidang makanan.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started