Indonesia Giat Travel Digital Oleh Generasi Milenial
Berbicara tentang pariwisata di Indonesia, tentu tidak akan terlepas dari sumbangsih bidang ini terhadap peningkatan pendapatan devisa negara setiap tahunnya. Bagaimana tidak ? Negara yang berbentuk kepulauan ini memiliki begitu banyak kebudayaan unik di setiap daerahnya yang tentu saja dapat menunjang keberlangsungan sektor pariwisata itu sendiri. Sebagai contohnya saja, Bali dengan tradisi ngabennya, Jogja dengan alat musik angklungnya, Aceh dengan tari piringnya, dan masih banyak lagi. Selain itu, panorama alam yang terhampar asri nan menakjubkan seperti pantai kuta, pantai losari, dan danau toba juga menjadi salah satu investasi yang menjanjikan bagi devisa Negara Indonesia. Hal itulah yang pada akhirnya membuat sektor pariwisata di Indonesia masuk menjadi 5 sektor prioritas pembangunan Indonesia tahun 2018, bersama dengan sektor pangan, energi, maritim, dan kawasan industri ekonomi khusus. Pariwisata di Indonesia tahun 2017 juga telah mampu mendorong tumbuhnya sektor lain, seperti industri kecil di pedesaan, agro wisata, industri kreatif seni budaya, dan kuliner

Semua kemajuan yang didapat tidak berarti membuat sektor ini nihil akan segala permasalahan, hal ini dibuktikan dengan selalu digencarkannya pembangunan infrastruktur oleh pemerintah terkait khususnya presiden. Seperti contohnya pada era kepemimpinan Bapak Joko Widodo, beliau melakukan pembangunan infrastruktur menuju destinasi prioritas. Hal ini tentu saja akan sangat menggairahkan investor pada sektor pariwisata. Namun meski demikian, tetap saja pemerintah perlu untuk memberikan perhatian juga bagi destinasi prioritas yang lainnya, bahkan untuk memaksimalkan program yang dijalankan, penambahan destinasi prioritas di setiap daerahnya juga perlu diperhitungkan.
Menariknya di era sekarang ini, pelaksanaan program pemerintah rupanya akan sedikit terbantu dengan kehadiran modernisasi (media digital) di bidang pariwisata. Jika dahulu orang harus menuju travel agent untuk menentukan destinasi wisata yang diinginkannya, sekarang itu semua bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja hanya dengan memanfaatkan gawai yang kita miliki. Tidak hanya itu, pemerintah selaku pihak pengontrol kegiatan pariwisata di Indonesia juga dapat memantau perkembangan jalannya sektor pariwisata nasional dengan mudah lewat jaringan dalam media digital itu sendiri. Kolaborasi menggunakan media digital dalam sektor pariwisata dilakukan pemerintah bukan tanpa alasan melainkan karena data terkait pangsa pasar travel agency online dilihat meningkat hingga Rp 3 triliun pada 2015 dan diproyeksikan tumbuh 28 persen menjadi Rp 10 triliun di tahun 2020. Teknologi digital pada pariwisata digunakan untuk memudahkan wisatawan dalam melakukan seamless customer experience dalam mencari (look), memesan (book), dan membayar (pay) layanan wisata. Hal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan pemerintah pada akhirnya menggiatkan travel digital di Indonesia.
Dalam rangka menyukseskan travel digital di Indonesia, pemerintah sudah mengupayakan banyak cara guna menunjang berkembangnya hal tersebut seperti meningkatkan kualitas SDM terkait penguasaan media digital saat ini, dan mempromosikan travel digital di Indonesia

Kelompok usia produktif yang dimiliki indonesia saat ini rata-rata lahir pada zaman dimana modernisasi belum se-eksis sekarang ini sehingga akan berpengaruh terhadap kecakapan dalam menguasai dan menggunakan media digital itu sendiri. Ada banyak alasan yang mendasari permasalahan tersebut seperti, faktor kebiasaan yang belum solid karena pada masa menempuh pendidikan dahulu mereka belum mengenal media digital.

Mengetahui permasalahan tersebut pemerintah pun berupaya mengatasinya dengan melibatkan generasi milenial untuk dapat dipersiapkan sebagai SDM bagi masa depan pariwisata di Indonesia. Generasi milenial saat ini dianggap sudah terbiasa dengan kehadiran media digital, sehingga proses pengenalan travel digital akan dapat diserap dengan baik. Setelah para milenial ini memiliki persiapan yang mantap terkait dengan travel digital, diharapkan kedepannya mereka dapat mengaplikasikannya di dalam kehidupan. Adapun wadah tempat mereka mengembangkan diri ini dapat melalui sekolah tinggi pariwisata (STP) yang saat ini sudah banyak terdapat di Indonesia. Dengan menempuh pendidikan di STP, para generasi milenial ini tidak hanya akan belajar tentang eksistensi travel digital saja tetapi mereka juga akan diajarkan lebih dalam lagi tentang travel dan digital sebagai penunjang sektor pariwisata di Indonesia. Dengan kata lain, generasi milenial ini diharapkan dapat menjadi agen perubahan (agent of change) bagi pariwisata Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga berharap generasi milenial dapat berperan aktif dalam mempromosikan pariwisata Indonesia dengan menggunakan travel digital sebagai medianya. Seperti dengan menggunggah sesuatu yang bagus dan unik tentang objek wisata indonesia di laman media sosial, merekomendasikan objek wisata yang ada di Indonesia, dan membuat ulasan terkait dengan destinasi wisata yang ada di Indonesia. Dengan begitu, perhatian terhadap pariwisata Indonesia akan meningkat dan tentunya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat Indonesia. Destinasi wisata yang memiliki intensitas kunjungan yang tinggi akan memicu peningkatakan terhadap pengelolaan dan pendapatan terkait destinasi wisata tersebut, dengan demikian kesejahteraan warga disekitar tersebut akan meningkat, selain itu devisa negara juga akan bertambah melalui pajak yang dibayarkan dari destinasi wisata itu.
Sebagai generasi milenial Indonesia, sudah sepatutnya kita semua menyadari akan pentingnya media digital saat ini, karena kita adalah aset berharga bagi kemajuan bangsa ini. Jika bukan kita yang berniat untuk memplopori dan memulai, lalu siapa lagi yang akan memperkenalkan Indonesia ke mata dunia ? Maka dari itu, mari kita buka lebar pemikiran kita terhadap potensi pariwisata di Indonesia, dan mulai mengembangkan diri dengan kemajuan teknologi yang ada.
